Sosialisasi Jejaring Kemitraan Program BIPA

Balai Bahasa Sulawesi Utara mengadakan sosialisasi jejaring kemitraan program bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA).  Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang.  Pemateri di kegiatan ini sebanyak empat orang, yaitu Supriyanto Widodo, M.Hum., Dr. Djeinnie Imbang, Marike Onsu, dan Lefrand Rurut.

Pembukaan Bengkel Sastra Se-Kabupaten Minahasa

Pembukaan Bengkel Sastra  Bidang Garapan Penulisan Kreatif Bagi Guru dan Siswa Se-Kabupaten Minahasa.

Laporan Ketua Panitia

 

Sambutan Kepala Balai Bahasa Sulawesi Utara

 

Sambutan Mewakili Kepala Dinas Pendidikan

 

Peserta Bengkel Sastra

 

Peserta Bengkel Sastra 2018

Berikut Karya yang terpilih untuk sayembara dan antologi yang akan diterbitkan Balai Bahasa Sulawesi Utara.

5 Judul Cerita Rakyat Terbaik
Si Manis Berenda dari Minahasa karya Betris Ratu asal sekolah SMKN 3 Tondano
Kemerduan yang Memilih Telinga untuk Mendengarnya karya Angle Lia rau,S.Pd. asal sekolah SMA Pioneer Tondano
Asal Usul Saguer karya Cecilia K.Ngelo,S.Pd. asal sekolah SMAN 2 Tondano
Si Makalawang karya Arliandy Rengkuan asal sekolah SMAN 3 Tondano
Ternyata Dia Jodohku karya Deisy Sembel,S.Pd. asal sekolah SMA Katolik Tondano

10 Judul Cerita Pendek Terbaik
Melodi dalam Cahaya karya Tasya Lumentah asal sekolah SMAN 1 Tondano
Hujan karya Syaloom Pelealu asal sekolah SMKN 1 Tomohon
Tinggi seperti Awan karya Glory Kaparang asal sekolah SMAN 2 Tondano
Jawaban Tuhan karya Obedient B.Putro asal sekolah SMAN 1 Tondano
Kertas Kosong karya Pingkan Karamoy asal sekolah SMAN 3 Tondano
Mutiara Kerang Putih karya Jerico Augusty asal sekolah SMAN 1 Tondano
Secerca Harapan karya Esther Sinubu asal sekolah SMKN 3 Tondano
Suara Cahaya karya Syella Kawet asal sekolah SMAN 1 Tondano
Sunyi karya Gloria Londong asal sekolah SMK Nusantara Tondano
Lumpur yang MEnjadi Penghalang karya Gita C. Tiagas asal sekolah SMKN 2 Tondano

Kadera Bahasa Volume 9 Nomor 2 Edisi Agustus 2017

Kadera Bahasa Volume 9 Nomor 2 Edisi Agustus 2017

 

ASPEK SUPRAGSEMENTAL SEBAGAI PENDUKUNG KONSTRUKSI TEMA-REMA DALAM BAHASA JAWA BANYUMAS

Restu Sukesti

BENTUK DAN FUNGSI TEKS MANTRA

Mulyanto, Edi Suwatno

BAHASA KIASAN DALAM CERPEN “SURABAYA” KARYA TOTILAWATI TJITRAWASITA

Yulitin Sungkowati

 NILAI-NILAI POSITIF TOKOH HALUOLEO BAGI PENGEMBANGAN KARAKTER

Heksa Biopsi Puji Hastuti

PENGGAMBARAN ALAM DALAM SASTRA JAWA KUNO DAN JAWA MODERN SEBAGAI PROMOSI WISATA

Ratun Untoro

Pisah Sambut Kasubbag Lama dan Baru Balai Bahasa Sulut

Pisah Sambut Kasubbag Lama dan Baru Balai Bahasa Sulut

Pergantian pejabat merupakan hal yang sangat lumrah di satu institusi, seperti yang terjadi di Balai Bahasa Sulawesi Utara.  Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Greis Rantung ditugasi ke kantor yang lain yang masih dalam satu kementerian.  Pengganti Bu’ Greis adalah Pak Joko Siswanto, pisah sambut di Balai Bahasa Sulut diadakan hari kamis 15 Februari 2018.  Terima Kasih Bu Greis atas dedikasinya selama ini, selamat datang Pak Joko semoga Balai Bahasa Sulut makin maju.

 

Kadera Bahasa Volume 9 Nomor 1 Edisi April 2017

Kadera Bahasa Volume 9 Nomor 1 Edisi April 2017

 

KATA ACIL “BIBI” DALAM BAHASA BANJAR BERDASARKAN KATEGORI SAPAAN
Rissari Yayuk

TINDAK TUTUR PENYIDIK DALAM INTEROGASI KASUS KDRT (KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA) DI POLRESTA BANJARMASIN
Hestiyana

INTERPRETASI SIMBOL DALAM CERPEN CORAT-CORET DI TOILET KARYA EKA KURNIAWAN
Agus Yulianto

PERKEMBANGAN FUNGSI PRAGMATIK PADA ANAK USIA 2,5 TAHUN (STUDI KASUS PADA AZZA AQILA JIHAN SYUASABITHA)
Ali Kusno

CERITA ANAK: ANTARA “GIZI” DAN “RACUN” DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK
Umar Sidik

Balai Bahasa Papua Gelar Lomba Mendongeng

Jayapura, – Balai Bahasa Provinsi Papua menggelar lomba mendongeng di Kota Jayapura, 18 – 19 April 2016.

Lomba yang diikuti puluhan peserta itu dalam rangka Pekan Sastra dan pelantikan pengurus Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI).

Ketua panitia lomba, Asmabuassepe mengatakan jumlah peserta kali ini mengalami peningkatan. Dalam kuota ditetapkan 50 peserta, tetapi pendaftar mencapai 78 peserta dan 66 peserta yang hadir hingga pengambilan nomor urut. Menurutnya peserta meningkat karena publikasi yang luas. Sebelumnya hanya melibatkan TK dan SD, tetapi kali ini pegiat sastra juga dilibatkan.

“Tahun lalu hanya 25 peserta,” katanya kepada Jubi dalam keterangan tertulis, Rabu (20/4/2016).

Kreativitas, teknik penyajian, optimalisasi waktu, dan penguasaan panggung merupakan aspek-aspek yang dinilai dalam lomba. Oleh karena itu, diharapkan kemampuan dan kecintaan peserta dalam mendongeng semakin meningkat.

“Dengan kemampuan gurunya mendongeng lebih bagus akan membuat siswa lebih tertarik. Kemudian masyarakat juga ikut tertarik atau ada kecintaan terhadap dongeng,” ujarnya.

Zaman sekarang dongeng jarang diperdengarkan karena kehidupan masyarakat didominasi teknologi informasi. Oleh sebab itu, perlu dihidupkan kembali. Dongeng mampu merekatkan hubungan emosional antara orang tua dan anak.

“Waktu kita kecil dulu tidur diantar pakai dongeng. Sekarang tidak tampak lagi karena arena anak-anak cenderung tertarik kepada alat-alat elektronik,” katanya.

Ia pun mengharapkan dalam sepekan diselingi kegiatan mendongeng dalam sekolah. Begitu pula dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, terutama menjelang tidur.

Peserta lomba dari Sekolah Menulis Papua, Siti Nurhidayati mengaku senang mengikuti lomba tersebut karena dapat meningkatkan daya saing, terutama yang belum menguasai teknik mendongeng yang benar.

“Ini pertama saya ikut lomba mendongeng meski bukan guru. Lomba mendongeng menjadi pengalaman menarik untuk saya,” katanya. (Timo Marten)

Program Penulisan Mastera: Novel, Wahana Tingkatkan Kreativitas Penulis Muda Asia Tenggara

Cianjur — Program Penulisan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) sangat berpotensi untuk meningkatkan kreativitas penulis-penulis muda di Asia Tenggara khususnya negara anggota Mastera. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pelaksana dan Sekretaris Mastera Indonesia, Dr. Ganjar Harimansyah mewakili Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang berhalangan hadir saat membuka Program Penulisan Mastera: Novel di Hotel Yasmin, Cianjur, Jawa Barat, Minggu, 7 Agustus 2016.

Selanjutnya, Ganjar menambahkan bahwa salah satu hal terpenting dalam penyelenggaraan tahun ini adalah harus ada efek terhadap komunitas, “Jadi, selain mempunyai karya yang sudah diterbitkan, peserta juga harus terlibat aktif dalam komunitas kesastraan dan kepenulisan, karena diharapkan selesai dari kegiatan ini dapat menularkan pengalaman dan ilmu yang didapat,” tambahnya.

Mastera yang beranggotakan Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand, sudah memulai program ini sejak tahun 1997. Dan untuk Indonesia diwakili oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program penulisan ini tidak hanya novel, tetapi ada esai, puisi, cerpen, dan naskah drama.

 “Kiprah penulis yang telah mengikuti program ini juga sudah banyak, dan program ini tidak sekadar pelatihan tetapi juga penjalinan ukhuwah Antarpenulis di negara anggota Mastera,” ungkap Ganjar.

Nantinya, “Peserta akan dibimbing oleh empat orang pembimbing dari Indonesia yaitu Ahmad Tohari, Agus R. Sardjono, Triyanto Triwikromo, dan Abidah El Khailaqy, satu orang pembimbing dari Malaysia, Kamariah binti Kamarudin, dan satu orang pembimbing dari Brunei Darussalam, Norsiah Abdul Gapar,” kata Ganjar menutup sambutannya.

Penulis yang terseleksi untuk mengikuti program ini sebanyak 17 orang, 13 orang dari Indonesia, dua orang dari Malaysia, dan tiga orang dari Brunei Darussalam. Namun, untuk peserta dari dari Thailand dan Singapura tidak bisa hadir karena kendala teknis di negaranya.

Maemunah, peserta dari Cirebon, mengatakan bahwa ia sangat bersyukur bisa bergabung, bertemu banyak teman, dan belajar banyak hal dalam kepenulisan, “Saya berharap sekali bisa menambah lagi (ilmu) bagaimana cara penulisan yang baik dan mengemas sebuah novel menjadi menarik. Kemudian, Inung Setyani peserta dari Tarakan, Kalimantan Utara, berharap mendapatkan banyak masukan dari pembimbing dalam menyempurnakan novel yang sedang ditulisnya. (an/tr)

 

Balai Bahasa ajukan 50 kosa kata baru

 

“Tahun ini tim pendataan kosa kata baru mengajukan sekitar 50 kosa kata yang diadopsi dari bahasa daerah Papua, untuk dimasukkan dalam perbendaharaaan kosa kata bahasa Indonesia,” kata Kasubag TU Balai Bahasa Provinsi Papua Suharyanto.

Jayapura – Balai Bahasa Provinsi Papua dan Papua Barat, di Jayapura, mengajukan 50 kosa kata baru untuk didata di Badan Bahasa Pusat, di Jakarta, dan diakui sebagai bagian dari Bahasa Indonesia.

“Tahun ini tim pendataan kosa kata baru mengajukan sekitar 50 kosa kata yang diadopsi dari bahasa daerah Papua, untuk dimasukkan dalam perbendaharaaan kosa kata bahasa Indonesia,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Bahasa Provinsi Papua Suharyanto, di Jayapura, Minggu.

Ia mengatakan, tahun sebelumnya tim yang sama mengajukan 90 kosa kata Papua ke Badan Bahasa Pusat untuk diakui sebagai kosakata bahasa Indonesia.

Sebanyak 90 kosa kata yang diajukan pada 2013 itu, semuanya diakui sebagai kosa kata bahasa Indonesia.

“Kosa kata yang diajukan dan sudah diakui sejak 2013, diantaranya Papeda, Tifa, noken dan Honai,” ujarnya.

Menurut Suharyanto, umumnya kosa kata Papua dihimpun dari bidang budaya, kepemimpinan tradisional, bidang makanan dan yang berkitan dengan kearifan lokal di wilayah paling timur Indonesia.

“Kosa kata Papua dari berbagai bidang itu kami kumpulkan lalu ajukan ke Badan Bahasa yang ada di Jakarta untuk dapat dimasukkan menjadi bagian kosa kata Indonesia yang termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),” katanya.

Hal itu, kata Suharyanto, dimaksudkan untuk mengangkat harkat dan martabat warga yang ada di Tanah Papua agar sejajar dengan saudara-saudaranya di wilayah lain.

“Ini upaya untuk mengangkat Papua agar sejajar dengan daerah lain tidak hanya melalui sektor ekonomi, olahraga tapi juga bisa diangkat melalui sektor budaya lebih khusus lagi melalui bahasa,” ujarnya.

Balai Bahasa Provinsi Papua dan Papua Barat mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk mengembangkan bahasa dan sastra yang ada di daerah itu.

“Sudah dua tahun berturut-turut sejak 2013 dan 2014 tim pendataan kosakata berusaha untuk mengangkat harkat dan martabat orang di Papua melalui bahasa dengan cara mengumpulkan kosa kata Papua,” ujarnya.

Ia mengatakan, tim kosa kata yang dibentuk bertugas mendata kosa kata Papua melalui buku cerita rakyat, dongeng dan buku sejarah bernuansa Papua.

“Buku yang digunakan dari berbagai bidang, ada ekonomi, sosial, budaya dan adat,” ujarnya.

Suharyanto menambahkan, pada KBBI edisi empat Tahun 2008, baru 136 kosa kata Papua yang sudah diakui oleh Badan Bahasa Pusat di Jakarta sebagai kosa kota bahasa Indonesia.  (*)

Daftar Bandar Togel Slot Online Terpercaya 2022

togel online

bandar togel

situs togel online

10 Daftar Situs Slot Terpercaya Dijamin VIP

online togel

judi togel online

situs slot online

slot online

togel terpercaya di batam

heromedia

Togel Online Terlengkap dan Terpercaya 2022

togel online

online togel

www togel online com

togel online terpercaya

daftar togel online terpercaya

daftar togel online