Balai Bahasa ajukan 50 kosa kata baru

Balai Bahasa ajukan 50 kosa kata baru

 

“Tahun ini tim pendataan kosa kata baru mengajukan sekitar 50 kosa kata yang diadopsi dari bahasa daerah Papua, untuk dimasukkan dalam perbendaharaaan kosa kata bahasa Indonesia,” kata Kasubag TU Balai Bahasa Provinsi Papua Suharyanto.

Jayapura – Balai Bahasa Provinsi Papua dan Papua Barat, di Jayapura, mengajukan 50 kosa kata baru untuk didata di Badan Bahasa Pusat, di Jakarta, dan diakui sebagai bagian dari Bahasa Indonesia.

“Tahun ini tim pendataan kosa kata baru mengajukan sekitar 50 kosa kata yang diadopsi dari bahasa daerah Papua, untuk dimasukkan dalam perbendaharaaan kosa kata bahasa Indonesia,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Bahasa Provinsi Papua Suharyanto, di Jayapura, Minggu.

Ia mengatakan, tahun sebelumnya tim yang sama mengajukan 90 kosa kata Papua ke Badan Bahasa Pusat untuk diakui sebagai kosakata bahasa Indonesia.

Sebanyak 90 kosa kata yang diajukan pada 2013 itu, semuanya diakui sebagai kosa kata bahasa Indonesia.

“Kosa kata yang diajukan dan sudah diakui sejak 2013, diantaranya Papeda, Tifa, noken dan Honai,” ujarnya.

Menurut Suharyanto, umumnya kosa kata Papua dihimpun dari bidang budaya, kepemimpinan tradisional, bidang makanan dan yang berkitan dengan kearifan lokal di wilayah paling timur Indonesia.

“Kosa kata Papua dari berbagai bidang itu kami kumpulkan lalu ajukan ke Badan Bahasa yang ada di Jakarta untuk dapat dimasukkan menjadi bagian kosa kata Indonesia yang termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),” katanya.

Hal itu, kata Suharyanto, dimaksudkan untuk mengangkat harkat dan martabat warga yang ada di Tanah Papua agar sejajar dengan saudara-saudaranya di wilayah lain.

“Ini upaya untuk mengangkat Papua agar sejajar dengan daerah lain tidak hanya melalui sektor ekonomi, olahraga tapi juga bisa diangkat melalui sektor budaya lebih khusus lagi melalui bahasa,” ujarnya.

Balai Bahasa Provinsi Papua dan Papua Barat mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk mengembangkan bahasa dan sastra yang ada di daerah itu.

“Sudah dua tahun berturut-turut sejak 2013 dan 2014 tim pendataan kosakata berusaha untuk mengangkat harkat dan martabat orang di Papua melalui bahasa dengan cara mengumpulkan kosa kata Papua,” ujarnya.

Ia mengatakan, tim kosa kata yang dibentuk bertugas mendata kosa kata Papua melalui buku cerita rakyat, dongeng dan buku sejarah bernuansa Papua.

“Buku yang digunakan dari berbagai bidang, ada ekonomi, sosial, budaya dan adat,” ujarnya.

Suharyanto menambahkan, pada KBBI edisi empat Tahun 2008, baru 136 kosa kata Papua yang sudah diakui oleh Badan Bahasa Pusat di Jakarta sebagai kosa kota bahasa Indonesia.  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *