Bengkel Musikalisasi Puisi di Boltim

Balai Bahasa Sulawesi Utara melaksanakan kegiatan Bengkel Sastra Musikalisasi Puisi tahun 2019 ini di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tutuyan. Peserta berjumlah 50 orang yang berasal dari guru dan siswa SLTA se-Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Donny Mokodongan, S.E. yang mewakili Kepala Cabang Dinas Bolaang Mongondow Timur dan Kotamobagu Dinas Pendidikan Daerah Kotamobagu. Kegiatan pembukaan ini pula dihadiri oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tutuyan, Bapak Ramjito, S.Pd.

Bapak Donny Mokodongan, S.E. mewakili Kepala Cabang Dinas Boltim

Pimpinan Balai Bahasa Sulawesi Utara menugasi tiga orang narasumber sekaligus pelatih yang akan membimbing peserta untuk memahami musikalisasi puisi dan mampu mementaskannya di akhir kegiatan. Narasumber kegiatan ini berasal dari sastrawan daerah Sulawesi Utara, yakni Bapak Kusnan, S.Pd., M.Hum., dan Bapak Chresto V. P. Iska, didampingi narasumber dari Balai Bahasa Sulawesi Utara, Ibu Stelnie Perutu, S.S., M.Hum.

Kasubag Balai Bahasa Sulut, Yunita K.K. Dien, S.S., M.Pd. memberikan sambutannya.

Bengkel Musikalisasi Puisi ini akan dilaksanakan selama tiga hari, dimulai dari Hari Kamis—Sabtu, 4–6 April 2019.
Kegiatan pertama peserta hari ini, yakni mendengarkan materi oleh para narasumber dalam bentuk panel. Topik-topik yang disampaikan oleh para pemateri pada hari ini antara lain: Mengenal Musikalisasi Puisi, Puisi sebagai Dasar Musikalisasi Puisi, Alat Musik sebagai Penguat Makna Puisi dalam Musikalisasi Puisi.

Kusnan, S.Pd., M.Hum. menyampaikan materinya.
Stelnie Perutu, S.S., M.Hum. memaparkan materinya.
Chresto V. P. Iska menyampaikan materinya.

Seusai penyampaian materi tersebut, ketiga narasumber lalu membagi peserta ke dalam beberapa grup. Grup tersebut dibentuk oleh para narasumber untuk membentuk grup musikalisasi puisi.

Antusiasme peserta sangat terasa pada saat pembentukan grup. Mereka merasa sangat senang mendapat pengetahuan baru tentang musikalisasi puisi. Para pelatih pun semakin bersemangat dalam menularkan pengetahuan dan pengalaman mereka dalam bermusikalisasi puisi. Antusiasme peserta dan semangat para pelatih semoga mampu menghasilkan bibit-bibit generasi bangsa yang akan berkarya dalam musikalisasi puisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *