Balai Bahasa : 37 Ragam Bahasa Dayak Kalteng Masih Eksis

Balai Bahasa : 37 Ragam Bahasa Dayak Kalteng Masih Eksis

KBRN, Palangkaraya : Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menemukan setidaknya 37 ragam bahasa Dayak di Provinsi Oloh Itah. Ragam bahasa ini belum termasuk bahasa yang dibawa oleh kaum pendatang dari luar Kalteng seperti bahsa serapan Banjar, Jawa, Sunda, Batak dan sebagainya.

Demikian disampaikan salah seorang peneliti Balai Bahasa Kalteng, Basori kepada RRI belum lama ini terkait perkembangan bahasa suku Dayak Kalimantan Tengah . Peneliti bahasa ini menjelaskan bahasa merupakan identitas pertama yang melekat pada setiap suku terutama suku Dayak. Ragam bahasa Dayak juga dinilai memiliki  keunikan dan ciri khas yang mencolok dari daerah lain bahkan suku Dayak yang ada di Kalteng.

Berdasarkan penelitian Balai Bahasa hingga kini telah ditemukan kurang lebih 37 bahasa dari beragam suku Dayak di Kalimantan Tengah. Pihaknya menemukan beragam ragam bahasa yang mirip dan memiliki keserupaan. Dalam penelitian ini, Balai bahasa mencoba mengkategorikan ragam bahasa dari hasil  memisahkan 37 persen lebih perbedaan. Kurang dari itu, Balai Bahasa memasukkan ragam bahsa tersebut ke dalam satu rumpun. Walau demikian, hingga kini penelitian tersebut belum dinyatakan berakhir. Masih banyak wilayah pedalaman termasuk di area hulu yang belum dijajaki untuk diteliti lebih jauh.

“Jumlah itu nantinya akan berkembang sesuai dengan penjajakan yang terus  dilakukan”, jelasnya.

Seperti diketahui hingga kini Balai Bahasa mencoba melestarikan produk budaya dan kesenian suku Dayak Kalteng kepada generasi penerus. Balai Bahasa menggiatkan sejumlah program untuk mendata dan menelaah kembali bahsa yang pernah ada, punah  serta yang  masih bertahan di Bumi Oloh Itah. Diharapkan melalaui pendataan dan dokumentasi ini selmua pihak semakin mengerti kahasanah dan luasnya kekayaan adat istiadat dan budaya Dayak. Dengan demikian para penerus dapat lebih mencintai dan menjunjung tinggi budaya nenek moyangnya di masa depannya nanti. (NATA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *