Sekolah di Tomohon didatangi Sastrawan

Sastrawan Masuk Sekolah (SMS) diadakan di Kota Tomohon. Kegiatan ini menghadirkan empat orang narasumber, baik lokal maupun nasional. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, hari pertama menerima materi dan hari kedua praktik penulisan dan pembacaan karya yang dihasilkan.

Kepala Balai Bahasa Sulut, Supriyanto Widodo memberi sambutan pada pembukaan SMS.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Nasional, Dr. Juliana D. Karwur, M.Kes., M.Si. Peserta kegiatan in terdiri atas guru dan siswa tingkat SD dan SLTP se Kota Tomohon. Pelaksanaan kegiatan ini tanggal 21-22 Februari 2019 di SMP Katolik Don Bosco Tomohon.

Kepala Dinas Diknas, Juliana D. Karwur membuka kegiatan secara resmi.

Sastrawan yang didatangkan adalah Agusri Danar Dono, M.Hum. Sastrawan Jakarta, Rahadi Gedoan, S.S. Sastrawan Manado, dan Nontje Deisye Wewengkang, M.Pd. Sastrawan Manado sekaligus pegawai di Balai Bahasa Sulawesi Utara.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Kepala Balai Bahasa Sulawesi Utara, kemudian dibuka dengan resmi oleh Kadis Diknas Tomohon, Dr. Juliana D. Karwur, M.Kes., M.Si. Para peserta diberi tanda peserta oleh secara simbolik kepada dua orang yang telah ditujunjuk oleh panitia.

Kadis Diknas Tomohon mengalungkan tanda peserta.
Kepala Balai Bahasa Sulut memberikan tanda pengenal kepada peserta.

Para peserta menerima materi dari Kepala Balai Bahasa tentang Kebijakan Bahasa dan Sastra, kemudian dilanjutkan dengan materi tentang pengenalan puisi, pembuatan puisi, dan pembaccan puisi dari ketiga sastrawan yang ada.

Agusri Danar Dono sedang memaparkan materinya.
Deisye Wewengkang menjelaskan materinya.
Rahadi Gedoan menjelaskan materinya sambil duduk.

Para peserta sangat antusias dalam menerima semua materi yang dipaparkan oleh empat narasumber.

Peserta sedang asik menyimak materi.

Hari kedua tidak kalah serunya karena diisi dengan praktik langsung cara pembuatan puisi dan cara pembacaan puisi oleh para sastrawan.

Agusri Danar Dono berbagi dengan peserta guru.
Deisye Wewengkang bergembira dengan peserta siswa SD.
Rahadi gedoan sedang serius bersama dengan peserta siswa SMP.

Kegiatan ini mengenalkan kepada peserta guru dan siswa bagaimana karya sastra dibuat dan karya sastra diapresiasi. Kegiatan ini bertujuan agar karya sastra dapat dibuat, dibaca, dan dihargai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *