Balai Bahasa Sulawesi Utara Menggelar Pentas Sastra “Narasi Anak di Jendela”

Hari Sabtu (30/11/2019), Balai Bahasa Sulawesi Utara menggelar kegiatan pentas sastra. Pentas sastra kali ini cukup berbeda karena para pemainnya merupakan aktor dan aktris cilik dari Manado Teater holic (MTh) dengan membawakan tema “Narasi Anak di Jendela”. “Kita memanfaatkan bibit-bibit seniman teater junior yang ada di MTh. Kenapa MTH junior, karena potensi keaktoran dalam diri anak-anak memang harus terus diasah,” ungkap Richard Juandy Salensehe.

Lebih lanjut dikatakan pria yang akrab disapa Opo’ ini, dengan kepercayaan dan keberanian MTh untuk adik-adik ini guna untuk regenerasi dan menciptakan keeksisan teater anak di Sulut.

Ketua Panitia Pentas Sastra Nontje D. Wewengkang
Ketua Manado Theater holic (MTh) Richard Juandy Salensehe

Pergelaran pentas sastra ini berjalan dengan baik dan mendapat apresiasi yang baik dari para penonton.

Pentas Sastra Mengenang Almarhum Johny Sangeroki di Balai Bahasa Sulawesi Utara

Balai Bahasa Sulawesi Utara kembali menggelar Pentas Sastra, Sabtu (23/11/2019). Berbeda dengan pentas-pentas sebelumnya, Pentas Sastra ini dikemas dalam nuansa mengenang almarhum Johny Sangeroki, seorang pegiat seni yang banyak berkarya untuk Sulawesi Utara semasa hidupnya.

“Pentas Sastra kali ini adalah pentas yang khusus. Acara Pentas Sastra ini dalam nuansa mengenang almarhum Johny Sangeroki,” ungkap kepala Balai Bahasa Sulawesi Utara, Supriyanto Widodo, S.S, M.Hum.

Kepala Balai Bahasa Sulawesi Utara Supriyanto Widodo, S.S., M.Hum. memberikan sambutan

Balai Bahasa Sulawesi Utara menggandeng Teater Nadi 909 dan sejumlah sanggar lain untuk menggelar pentas sastra tersebut. Pembacaan doa untuk almarhum Johny Sangeroki mengawali Pentas Sastra malam itu. Selanjutnya, ditampilkan pembacaan puisi, musikalisasi puisi, tarian Tetengkoren oleh Sanggar Kitawaya, dan puncaknya pementasan teater oleh Teater Nadi 909.

Pembacaan puisi
Musikalisasi Puisi
Tarian Tetengkoren oleh Sanggar Kitawaya
Musikalisasi Puisi

Teater Nadi 909 membawakan naskah “Musim Berganti” dalam pementasan tersebut. “Musim Berganti” merupakan naskah teater yang membawa nama Sulawesi Utara ke kancah teater nasional.

penampilan teater oleh Teater Nadi-Sanggar 909

“Musim Berganti jadi cikal bakal Teater Nadi dibawa asuhan kak Johny Sangeroki membawa sanggar seni SMAN 4 Manado berprestasi baik tingkat daerah maupun tingkat nasional,” tutut Dimekrius Boeboe dari Teater Nadi 909.
Setelah seluruh pentas ditampilkan, Ibu Deisy Wewengkang selaku Ketua Panitia Pentas Sastra 2019 memberikan tanggapan bagus terkait pementasan kali ini dan mengundang keluarga Alm. Johny Sangeroki untuk dapat naik ke atas panggung dan memberikan tanggapan.

keluarga Almarhum Johny Sangeroki bersama pemain teater
Foto bersama dengan para pegiat seni di Sulawesi Utara

Pentas Sastra “Revolusi Lonceng” di Balai Bahasa Sulawesi Utara

Balai Bahasa Sulawesi Utara kembali menggelar Pentas Sastra, Sabtu (28/09/2019). Pentas Sastra kali ini berjudul Revolusi Lonceng.

Kepala Subbagian Tata Usaha, Yunita K. K. Dien, S.S., M.Pd. memberikan sambutan

Sebelum memulai pentas, Ibu Yunita K. K. Dien, S.S., M.Pd. memberikan sambutan. Pada bagian awal, musikalisasi puisi disajikan dengan indah. Pentas kemudian dilanjutkan dengan teater yang dibawakan dengan sangat baik oleh para pemain.

Salah satu adegan dalam pentas sastra

Seusai pentas, Ibu Nontje D. Wewengkang, S.Pd., M.Pd., memberikan tanggapan kepada para pemain sekaligus ucapan terima kasih.

Pentas Sastra “Obituari” di Balai Bahasa Sulawesi Utara

Balai Bahasa Sulawesi Utara kembali menggelar Pentas Sastra, Sabtu (21/09/2019). Balai Bahasa Sulawesi Utara bekerja sama dengan Institut Seni Budaya Independen Manado (ISBIMA) menghadirkan sajian musikalisasi puisi dan teater.

Achi Breyvi Talanggai membawakan pengantar cerita

Pada bagian awal, musikalisasi puisi disajikan dengan indah. Banyak penampil pada bagian musikalisasi puisi di antaranya oleh Marcelino Silouw dan Jein Byl. Setelah bagian musikalisasi puisi tuntas, acara dilanjutkan dengan pementasan teater berjudul Obituari karya Achi Breyvi Talanggai.

Musikalisasi puisi yang disajikan pada awal pementasan

Pementasan teater ini mengambil setting sebuah restoran dengan desain bambu yang dominan dengan tatanan beberapa meja makan. Naskah pementasan teater ini mengangkat kejatuhan malaikat ke bumi dan terabaikannya sepuluh Hukum Taurat dalam kehidupan manusia. Tokoh Fosforos bermanifestasi ke dalam tubuh Medusa, yang menawarkan pelanggaran terhadap sepuluh perintah Tuhan.

Setting restoran merupakan latar dalam pementasan
Salah satu adegan dalam pementasan

Ibu Deisy Wewengkang selaku Ketua Panitia Pentas Sastra 2019 memberikan tanggapan bagus terkait pementasan kali ini. Musikalisasi puisi dan teater Obituari karya Achi telah disuguhkan dengan apik. Penonton memenuhi ruang pertunjukan sampai-sampai ada yang tidak mendapat tempat duduk.

Nontje D. Wewengkang, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Panitia Pentas Sastra 2019 memberikan tanggapan

“Atas nama pimpinan Balai Bahasa Sulawesi Utara saya menyampaikan terima kasih kepada semua pementas dan semua penonton yang telah menyaksikan pentas sastra malam ini, di antaranya para pimpinan sanggar atau sanggar teater di Manado, Bitung, Minahasa,” ujar beliau.

Pentas Sastra “Nyanyian Angsa Merdu” di Balai Bahasa Sulawesi Utara

Balai Bahasa Sulawesi Utara kembali menggelar Pentas Sastra, Sabtu, 31 Agustus 2019. Drama “Nyanyian Angsa” karya Anton Pavlovich Chekhov ditampilkan di Aula Balai Bahasa Sulawesi Utara. Pementasan tersebut dibawakan oleh Teater Wale Kofi Esa.

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Bahasa Sulawesi Utara, Yunita K.K. Dien, S.S., M.Pd., hadir dan memberikan sambutan dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa Balai Bahasa Sulawesi Utara sangat mengapresiasi perkembangan sastra yang ada di seluruh Provinsi Sulawesi Utara.

Yunita K.K. Dien, S.S., M.Pd. memberikan sambutan

Sebelum pementasan drama dimulai, musikalisasi puisi karya Sapardi Djoko Damono ditampilkan. Musikalisasi puisi dibawakan oleh Jane Lumi, Natashsya Lumi, Christina Tangapo, Inggrid Pangkey, Adelheid Paraeng, dan Pearly Eirene.

Jane Lumi, Natashsya Lumi, Christina Tangapo, Inggrid Pangkey, Adelheid Paraeng, dan Pearly Eirene membawakan musikalisasi puisi

Dalam pentas drama yang disutradarai oleh Eirene Debora itu, aktor teater kawakan Eric Dayoh tampil gahar sebagai pemeran utama. Eric memerankan Leonardo dengan penuh totalitas sehingga berhasil mengeksplorasi berbagai modal pengalaman keaktorannya.

Sejak pertama kali Eric yang menjadi Leonardo muncul di panggung, tersirat kesunyian, kehampaan, kesepian, dan cinta yang gagal. Eric pun sukses membuat penonton terhanyut dalam alunan ceritanya hingga akhir pementasan.

Pementasan “Nyanyian Angsa” yang dibawakan oleh Teater Wale Kofi Esa sukses menuntaskan dahaga penikmat sastra yang haus pementasan sastra berkualitas. Pentas Sastra 2019 ini dalam rangka menyukseskan Gerakan Literasi Nasional (GLN).

Foto bersama dengan anggota Wale Kofi Esa

Pentas Sastra 2019 Balai Bahasa Sulawesi Utara

Sabtu, 4 Mei 2019, Balai Bahasa Sulawesi Utara kembali menggelar Pentas Sastra 2019. Pementasan drama berjudul “Suara-Suara Mati” adaptasi naskah Manuel Van Loggem ini dilaksanakan di Aula Balai Bahasa Sulawesi Utara. Pementasan tersebut dibawakan oleh Sanggar Rumah Peran Bitung.

Nontje Deisye Wewengkang, M.Pd. membuka Pentas Sastra 2019

Sebelum pementasan dimulai, sastrawan Aldes Sambalao membacakan puisi berjudul “Perempuan yang Tergusur” karya W. S. Rendra. Setelah itu, sastrawan Alfaritz Ken Oroh membacakan puisi berjudul “Matinya Sang Aktor” karya Achi Breyvi Talanggai.

sastrawan Aldes Sambalao membacakan puisi berjudul “Perempuan yang Tergusur”
sastrawan Alfaritz Ken Oroh membacakan puisi berjudul “Matinya Sang Aktor”

Kepala Badan Bahasa Sulawesi Utara, Supriyanto Widodo, S.S., M.Hum., hadir dan memberikan sambutan dalam acara tersebut. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa Balai Bahasa Sulawesi Utara sangat mengapresiasi geliat sastra yang ada di seluruh Provinsi Sulawesi Utara dan Balai Bahasa Sulawesi Utara siap memberikan wadah sebagai tempat untuk melaksanakan pentas agar sastra tetap berjaya dan bisa tetap digemari oleh generasi muda.


Kepala Badan Bahasa Sulawesi Utara, Supriyanto Widodo, S.S., M.Hum., memberikan sambutan dalam Pentas Sastra 2019.

“Ini adalah pementasan yang rutin kami adakan tiap tahun. Pada tahun ini kami bekerja sama dengan 7 sanggar yang nantinya dijadwalkan bergantian tampil dalam acara pementasan sastra tersebut,” ujar Supriyanto Widodo, S.S., M.Hum. “Pementasan sastra malam ini adalah kali kedua untuk tahun ini. Pentas pertama digelar di luar balai bahasa,” imbuhnya.

Penanggung jawab Sanggar Rumah Peran Bitung, Servie Kamagi, mengucapkan terima kasih atas perhatian Balai Bahasa Sulawesi Utara terhadap sanggar sastra yang ada di Sulawesi Utara. “Terima kasih kepada Balai Bahasa Sulawesi Utara yang tetap semangat mengapresiasi dan memberikan wadah bagi kami untuk tampil,” ujar Servie Kamagi.

Penanggung jawab Sanggar Rumah Peran Bitung, Servie Kamagi, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian Balai Bahasa Sulawesi Utara terhadap sanggar sastra yang ada di Sulawesi Utara

“Tahun lalu kami juga tampil pertama kali di balai bahasa ini, tahun ini juga kami tampil yang pertama di balai bahasa ini, karena kami sudah menganggap Balai Bahasa Sulawesi Utara ini sebagai rumah kita bersama,” imbuh Servie.

Drama “Suara-Suara Mati” yang diperankan oleh Hanung Prabowo, Dea Tobing, Richardo Pangalerang, dan Ricky Tinangon itu berkisah tentang suami dan istri yang selalu saling curiga karena cemburu. Konflik semakin menjadi ketika seorang sahabat datang dan ternyata menaruh perasaan pada sang istri.

pentas drama “Suara-Suara Mati”

Setelah drama tersebut ditampilkan, acara diakhiri dengan ulasan dari penulis kumpulan puisi Solilokui, Achi Breyvi Talanggai. Menurutnya penampilan teater dari Rumah Peran Bitung malam ini sangat bagus, mulai dari aktor dan pencahayaan semuanya bagus. Untuk kejutan-kejutan ceritanya juga sangat tidak tertebak.

penulis kumpulan puisi Solilokui, Achi Breyvi Talanggai menyampaikan ulasannya

“Awalnya saya mengira tadi ada kesalahan, ternyata itu adalah bagian dari kejutan cerita, bagus sekali,” puji Achi. “Untuk penampilan sastra yang diadakan selanjutnya saya harapkan juga akan sebagus ini atau bahkan lebih bagus lagi,” pungkas Achi.

Daftar Bandar Togel Slot Online Terpercaya 2022

togel online

bandar togel

situs togel online

10 Daftar Situs Slot Terpercaya Dijamin VIP

online togel

judi togel online

situs slot online

slot online

togel terpercaya di batam

heromedia

Togel Online Terlengkap dan Terpercaya 2022

togel online

online togel

www togel online com

togel online terpercaya

daftar togel online terpercaya

daftar togel online